Seorang anak berdiri terpaku
Matanya basah menatap sekelilingnya
Tangan nya memegang kayu tertancap tutup minumanmu
Ia dipaksa mencari nafkah sendiri oleh kehidupan
Sedang kepal tangannya tak cukup kuat menahan beban
Ibu tua,sumarsinah namanya
Mengais sampah malam hari di jalanan
Sedang kau tidur dengn berbagai alasan
Ia di paksa mencari nafkah sendirian
Sedang katamu wanita tak boleh keluar sendirian malam malam
Bapak tua renta,juru parkir kerjanya
Tiap motor yang datang langkahnya gontai di paksa
Mengarahkan mereka sedang matanya tak cukup jelas
Mengeja benda benda
Dan tak pernah kah kau perhatikan
Sebuah keluarga di sebelah rumahmu
Menjemur nasi basi untuk di makan lagi
Nasi aking namanya,sedang kau tak pernah tau bagaimana rasanya?!!!
Bagai mana mungkin aku bisa bergembira
Sedang ia menderita
Dan kau pun jua tak merasa ibakah????
Lalu ketika aku bersedih meneteskan air mata
Kau dengan entengnya berkata
“ah sudahlah buat apa kau berduka!tuhan masih ada bersama mereka”
Tuhan yang mana?????
Katanya ia maha kuasa,tapi tak bisakah ia membuat bumi ini diam dari tangisnya
Walaupun bukan tertawa.
Tuhan kumohon mainkanlah sandiwara kehidupan yang lebih berbahagia
tunjukkanlah kekuasaanmu yang tak terhingga
Oleh: rahmatalex | Maret 11, 2009
bagaimana mungkin
Ditulis dalam puisi jiwa
Komentar Terakhir